Cara Melariskan Dagangan Tanpa Menggunakan Azimat

Cara Melariskan Dagangan Tanpa Menggunakan Azimat – Banyak ulama yang melarang praktik jimat karena menjerumus kepada kesyirikan, terlebih penggunaan jimat juga dilarang oleh Rasulullah dalam berbagai banyak hadits.

Saya mengerti bahwa anda yang membaca tulisan ini bisa jadi memegang pendapat yang membolehkan penggunaan azimat ataupun memang juga mengamalkannya.

Disini saya tidak membahas hukum jimat, melainkan saya ingin menawarkan beberapa alternatif dalam hal urusan penglaris usaha yang dijamin aman dan teruji serta membuang jimat-jimat yang sudah diamalkan.

Jika alasan anda mengamalkan jimat sebagai bentuk ikhtiyar (usaha) saya kira anda mengabaikan sekian banyak amalan penglaris yang diajarkan Allah dan Rasulullah. Kenapa kita malah mengesampingkan cara yang Allah dan Rasul beri?

Lalu apa sebutannya jika kita lebih mengutamakan pengamalan jimat yang belum tentu aman, mujarab dan bergaransi daripada amalan-amalan sunnah yang sudah dijamin?

Berikut adalah amalan-amalan alternatif pembuka pintu rezeki yang tidak perlu syarat yang ribet dan berat serta ringan diamalkan

 

Perbanyak Infaq dan Sadaqah

“Perumpamaan (infak yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Baqoroh [2]: 261)

Dalam ayat lain juga disebutkan;

“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim, no. 2588)

Makna hadits di atas sebagaimana dijelaskan oleh Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullah ada dua penafsiran:

Harta tersebut akan diberkahi dan akan dihilangkan berbagai dampak bahaya padanya. Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan keberkahannya. Secara inderawi dan realita bisa dirasakan.

Walaupun secara bentuk harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak. (Syarh Shahih Muslim, 16: 128)

 

Memperbanyak Do’a

Memang kelihatannya remeh, namun apabila disandingkan dengan poin-poin diatas maka doa-doa yang dipanjatkan akan mudah sangat dikabulkan. Doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia menyatakan:

Setiap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Shubuh, setelah salam, beliau membaca do’a berikut,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Artinya:

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Juga do’a lainnya dari hadits ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan doa berikut,

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Artinya:

“Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Bagaiamana? cukup mudah dan simple kan Cara Melariskan Dagangan Tanpa Menggunakan Azimat ini? Jika ada amalan yang lebih afdhal kenapa harus disia-siakan. Bukankan Islam sudah mengajarkan berbagai hal mengenai kehidupan termasuk bagaimana dalam mencari rezeki. Jadi tidak perlulah untuk menambah-nambah hal-hal yang baru, toh amalan ini saja belum habis diamalkan.

Semoga artikel Cara Melariskan Dagangan Tanpa Menggunakan Azimat ini dapat sedikit banyak mebantu bagi pelaku usaha agar lebih berkah dan laris lagi. Ingat, kalau sudah sukses zakat dan handai taulan jangan dilupakan. Allah menitipkan rezeki mereka dari penghasilan-penghasilan kita. Bahagia itu bukan soal banyaknya harta yang dikumpulkan Bahagia itu ketika melihat senyuman orang karena usaha kita. Dan tentunya jangan lupa ucapkan rasa syukur.

Jika ingin konsultasi masalah dagangan, langsung hubungi Mas Azie dengan klik disini.

 318,554 kali dilihat,  85 kali dilihat hari ini

error: Content is protected !!