Tuesday, November 21Pusat Informasi Spiritual Indonesia

Bolehkah Menggunakan Benda Bertuah?

hukum menggunakan benda bertuahMasih menjadi sebuah perdebatan bahwa menggunakan sarana bertuah seperti halnya Pusaka, Mustika, Jimat, dan benda bertuah lainnya itu simpang siur akan kebenarannya. Maksudnya di sini adalah “apakah boleh menggunakan benda bertuah?”Bagaimana hukum menggunakan benda bertuah? terlebih dalam kaidah agama.

 

Di larang karena…

Ada yang benar-benar tidak membolehkan menggunakan benda bertuah. Hal ini didukung dengan alasan bahwa menggunakan dan memanfaatkan sarana bertuah itu akan menduakan atau menyukutukan Tuhan. Maksudnya di sini adalah jika ada orang yang menggunakan benda bertuah itu cenderung mempercayai bahwa sumber kekuatan itu berasal dari benda tersebut, tanpa melibatkan Tuhan YME.

Ada sebuah cerita seseoang menggunakan benda bertuah yang diyakini mempunyai kekuatan perlindungan diri (kebal terhadap benda keras dan tajam). Menurut dia benda bertuahnya itu memang memberikan kekuatan luar biasa pada tubuhnya. Dia menceritakan pernah suatu ketika ada acara musik dangdut, dia bersama teman-temannya ikut serta nimbrung joget bersama. Tetapi kericuhan terjadi, setelah temannya bergesekan dengan penduduk lokal yang kebetulan juga panitia. Akhirnya rusuh, kedua kubu bertengkar hebat, rupanyadari pihak panitia banyak yang membawa benda tajam. Banyak teman yang membawa benda bertuah tersebut kena sabetan benda tajam, banyak yang luka ringan maupun serius. Tetapi yang terjadi adalah yang membawa benda bertuah itu walaupun terkena benda tajam sama sekali kulitnya tidak mengalami luka.

Inilah kemudian orang tersebut meyakini bahwa efek dari benda bertuah itu dirinya menjadi kebal terhadap benda tumpul maupun tajam.

Inilah yang kemudian menurut pandangan agama (Islam khususnya) melarang. Ini sama dengan menyekutukan Tuhan YME. meyakini bahwa selain DIA mempunyai kekuatan lain itu sama dengan merendahkan, sama dengan tidak menganggap bahwa Tuhan itu tidak ada.

 

Diperbolehkan karena…..

Jika Anda sedang mempunyai atau akan menggunakan benda bertuah itu bisa saja diperbolehkan asal Anda sendiri meyakini bahwa semua kekuatan semua keberhasilan itu bersumber dari Tuhan YME.

Jadi benda bertuah di sini dimaksudkan sebagai pemantap hati, lantaran, wasilah, sarana atau sugesti agar diri kita termotivasi.

Benda bertuah diibaratkan sebagai sebuah alat agar harapan kita tercapai. Seperti contoh : Anda ingin mengambil mangga berada di pohon yang lumayan tinggi, pastilah Anda memerlukan sebuah alat untuk mengambil mangga, dan setelah itu Anda berusaha mengambil mangga kemudian berhasil mendapatkannya.

Apakah Anda meyakini bahwa alat untuk meraih mangga itu mempunyai energi dengan sendiri? Tentu tidak bukan? Begitulah pemahaman akan sebuah penggunaan benda spiritual, diperbolehkan jika Anda hanya meyakini benda itu sebuah alat, dan Anda hanya meyakini bahwa semua keberhasilan bersumber dari Tuhan YME. semata. Begitulah hukum menggunakan benda bertuah ini bekerja.

Ini hanyalah sebuah artikel dan opini penulis pribadi, tetang hukum menggunakan benda bertuah. Jangan seratus persen percaya omongan saya, karena bisa saja salah dan bisa saja benar. Tergantung dari sudut pandang mana Anda menilainya. Semoga bermanfaat.

>> Berikut Beberapa Sarana Benda Bertuah yang paling populer Di Indonesia. Mustika Kekayaan Raja Sulaiman , Mustika Kekayaan Ratu Kidul, Jimat Pagar Gaib, Jimat Pengasihan Nabi Yusuf

402 total views, 4 views today

Klik >> Share Ke Teman Anda.

Artikel Menarik Lainnya

error: Content is protected !!